Selasa, 18 Agustus 2009

Mitsubishi iMiEV Sport 4WD: Tenaganya Listrik Murni





KOMPAS.com — Pada IIMS 2009, Mitsubishi menampilan satu mobil konsep, yaitu iMiEV Sport. Mobil listrik Mitsubishi ini berbeda dengan yang dipajang tahun lalu dan juga yang sudah dipasarkan di Jepang tahun ini.

Seperti juga mobil konsep yang dipamerkan produsen lain, iMiEV Sport sudah diperkenalkan ke publik pertama kali pada Tokyo Motor Show pada Oktober 2007. Versi terakhir mobil sport listrik dari Mitsubishi ini adalah iMiEV Sport Air yang diperkenalkan pada Geneva Auto Show, Maret lalu.

Tiga motor. Karena dirancang sebagai mobil sport dua pintu, kapasitas interiornya 2 + 2. Jok belakang hanya untuk anak kecil. Karena itu pula, bagian berlakang Sport lebih landai dibandingkan versi empat pintu.

Bagi Mitsubishi, iMiEV Sport sebagai bukti bahwa mobil listrik juga bisa dikebut. Menurut perusahaan yang memang sangat jago di bidang kelistrikan ini, iMiEV Sport dapat digenjot sampai 180 km/jam.

Sistem penggerak mobil listrik ini four wheel drive (4WD) atau bisa juga disebut sebagai all-wheel drive. Kendati demikian, hanya dua motor listrik yang langsung dipasang pada roda, yaitu di depan.

Adapun roda belakang sebagai penggerak utama, menggunakan satu motor listrik saja. Di sini, motor lebih dulu menggerakkan as roda belakang. Mitsubishi menyebut sistem iMiEV Sport ini dengan E-4WD atau Electric Power 4-Wheel Drive.

Kerja seluruh roda dikontrol oleh komputer yang disebut S-AWC (Super All Wheel Control). Sistem ini dikombinasikan dengan E-AYC (Electric Active Yaw Control), ABS dan ACS (active stability control). Dengan sistem kontrol tersebut, kemampuan mobil sport mungil ini bermanuver diyakini mantap sekali.

Fitur lain adalah sistem pemulihan atau regeneratif energi alias KERS (pada F1). Jadi, ketika mobil direm atau kecepatannya dikurangi, energi yang kinetik atau gerak mobil dan komponennya diubah menjadi listrik. Selanjutnya, energi disimpan di baterai lithium-ion.

Eksterior. Mitsubshi mengusung konsep layout belakang-tengah, sama seperti iMiEV empat pintu. Baterai ditempatkan di kolong mobil, sedangkan motor listrik, inverter, plus charger berada di bagasi.

Bodi menggunakan struktur ruang rangka yang dibuat dari aluminium. Begitu juga dengan komponen suspensi. Tujuannya membuat mobil lebih ringan. Selain gesit, penggunaan energi juga jadi efisien.

Tambahan lain adalah sel surya di atap untuk mengoperasikan AC atau sebagai tambahan energi buat baterai. Pada sisi kanan dan kiri bumper depan dipasang pula dua baling-baling yang bekerja ketika mobil direm. Adapun kaca, jenis yang bisa inframerah.

Untuk menghemat energi, untuk lampu belakang digunakan LED. Begitu juga lampu sein pada spion luar. Beberapa komponen interior, seperti karpet, door trim, panel belakang jok, dan tutup jok samping dibuat dari plastik ramah lingkungan, yang disebut Mitsubishi “green plastic” dengan bahan dasar tanaman.

Interior sport. Kabin bergaya sport dengan gril AC bulat. Interior dilengkapi dengan filter bio-clear dan deodorize (penghilang bau) serta pembangkit oksigen. Layar monitor untuk berbagai informasi berada di tengah setir yang didominasi warna biru.

Di tengah bawah dasbor, dipasang pula layar informasi status kerja mobil. Yang cukup menarik, untuk memperkuat kesan listrik atau elektronik, kedua pedal permukaan diberi motif printed circuit board seperti pada model alat elektronik.

Mitsubishi tampaknya lebih cenderung mengembangkan mobil listrik ketimbang hibrida, kendati menghadapi kendali dengan infrastruktur. Hal itu terutama ketersediaan ke stop kontak, saat mobil diparkir di mal, atau tempat lainnya.

Kalau di rumah, tak ada masalah. Tinggal, colokkan "stekker mobilo" (di belakang mobil) ke stop kontak. Baterai pun diisi lagi. Bebas polusi dan tak berisik, lagi!

Spesifikasi iMiEV
Dimensi (mm)
Panjang
3.450
Lebar
1.600
Tinggi
1.400
Jarak sumbu roda
2.550
Trek depan & belakang
1.405 & 1.405
Berat
970 kg
Sistem penggerak

Motor listrik 4WD
Kecepatan maks.

180 km/jam
Jarak tempuh
setiap pengisian

(mode 10 – 15)

200 km

Waktu pengisian
200V/ 15A
8,5 jam
100V/ 15A
17 jam
Pengisian cepat
(3-fasa,200V/50kW)
35 menit (80%)
Motor
Tipe
Magnet permanen,
motor sinkronus

Depan: motor pada roda
Belakang: satu motor
Tenaga maks.
Depan: 20 kW x 2,
Belakang: 47 kW
Torsi maks.
Depan: 250 Nm x 2,
Belakang: 180 Nm
Baterai
Tipe
Lithium-ion
Total tegangan
330 V
Setir

Rek & pinion,
power steering listrik
Suspensi
Depan
MacPherson strut
Belakang
De Dion tube
Ukuran ban

175/ 45R17

Minggu, 16 Agustus 2009

Leaf, Andalan Masa Depan Nissan Menantang Hibrida..!



KOMPAS.com — Nissan Motor Co, produsen mobil nomor tiga terbesar Jepang, Minggu (2 Agustus) lalu memulai era barunya. Perusahaan tersebut meluncurkan andalan masa terbaru untuk menghadapi penetrasi mobil hibrida, yaitu hatchback listrik, yang diberi nama Leaf.Nama tersebut dipilih karena daun adalah pemurni udara di atmosfer. Bagi Nissan, Leaf nantinya akan memurnikan mobil dari polusi atau kendaraan tanpa emisi.

Pengamat menilai, gebrakan Nissan ini merupakan upaya mereka tetap bisa bersaing dengan dua produsen utama Jepang, Toyota, dan Honda. Pasalnya, Toyota dan Honda berhasil memproduksi dan memasarkan mobil hibrida secara massal. Bahkan, Toyota, melalui Prius, sukses memasarkan mobil hibrida di Amerika Serikat dan Jepang. Sementara itu, Nissan tidak punya andalan di segmen hibrida.

Bukan eksklusif
“Kami melihat mobil listrik bukan eksklusif (niche), tetapi produk massal,” ungkap Carlos Ghosn, Presdir sekaligus CEO Nissan Motor Co.

Ia menambahkan, masalah yang dihadapi mobil listrik sekarang ini adalah kapasitas produksinya yang masih kalah dibandingkan dengan kendaraan bermesin bensin. Namun, soal kemampuan, seperti Leaf, sangat bertenaga.

“Sama dengan mobil bermesin bensin yang dilengkapi turbo. Kelebihannya tidak ada gejala turbo lag. Di samping itu, tidak perlu ganti gigi,” lanjutnya. Dalam hal ini, Nissan menggunakan "shift by wire".

Diakuinya, di masa transisi sekarang, mobil hibrida makin populer di beberapa pasar dunia. Kendati demikian, ia menilai, mobil tersebut masih eksklusif. Pasalnya, mobil hibrida baru menguasai 2 persen pasar global.

Tahun depan
Nissan Leaf sendiri baru dijual akhir tahun depan di Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Ghosn sangat bangga dengan andalan masa depan ini. “Leaf adalah sukses besar Nissan. Seluruh karyawan Nissan bangga dengan mobil,” katanya.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Nissan, dimensi Leaf sama dengan Grand Livina. Tepatnya (dalam mm): Panjang 4.445, lebar 1.770, dan tinggi 1.550. Sementara itu, Grand Livina punya panjang 4.420, lebar 1.690, dan tinggi 1.595. Modelnya juga sama, hatchback! Namun, wajah Leaf lebih landai, aerodinamis, untuk meningkatkan efisiensinya.

Jarak tempuh: 160 km
Performa Leaf yang diunggulkan Nissan adalah satu kali isi baterai bisa digunakan untuk jarak 160 km (*US LA4 Mode). Baterai yang digunakan adalah lithium ion khusus dengan ukuran lebih kecil dan dilaminasi.

Berdasarkan survei yang dilakukan Nissan secara ekstensif terhadap konsumen global, mereka puas dengan kemampuan tersebut. Pasalnya, 70 persen pemakai mobil di dunia setiap harinya menggunakan mobil rata-rata 160 km. Kemampuan lainnya, beterai bisa diisi secara cepat, yaitu 30 menit sampai 80 persen.

Pengisian di rumah dengan tegangan 200 volt di Jepang membutuhkan waktu 8 jam. Kondisi tersebut cukup bila mobil digunakan kembali esok hari dengan start di pagi hari.

Performa
Baterai lithium-ion yang digunakan Nissan mampu menghasilkan tenaga 90 kW (120 PS) lebih. Sementara itu motor listriknya menghasilkan tenaga 280 kW dan torsi 280 Nm. Kemampuan ini memastikan Leaf sangat responsif, enak dikebut, dan membuat pengemudinya seperti mengemudikan mobil sport bermesin bensin. Kecepatan tertinggi yang bisa dicapai 140 km/jam.

Ditambahkannya, mobil ini tidak lagi dilengkapi knalpot. Saat dijalankan, mobil tidak menimbulkan suara berisik. Tidak ada emisi atau gas rumah kaca. Lantas, dengan tambahan regenerative brake system (RBS), Leaf menjadi sebuah mobil yang sangat efisien dalam hal konversi energi.

Juga dijelaskan, mobil listrik ini akan dirakit di Oppama, Jepang. Untuk meningkatkan kapasitas produksi, Leaf juga dibuat di Smyrna, Tennesse, Amerikat Serikat.

Sementara itu, baterai lithium-ion diproduksi di Zama, Jepang. Bila permintaan meningkat, kapasitas produksi ditingkatkan dengan mendirikan pabrik di Amerika Serikat, Inggris, dan Portugal. Yang juga sedang dilakukan, studi untuk membangunnya di negara lain.

Mantan PM Jepang
Peluncuran dilakukan bersamaan dengan peresmian markas global baru Nissan di Yokohama. Ghosn mengemudikan Leaf berwarna biru langit ke panggung dengan penumpang mantan Perdana Menteri Jepang, Junichiro Koizumi, plus dua tamu lainnya.

“Hari ini kami merayakan awal bab baru dari kehidupan perusahaan kami,” ungkap Ghosn. Menurutnya, pada 2020, 10 dari kendaraan yang dibuat atau dipasarkan, 1 adalah mobil listrik.

Disewakan
Perusahaan mobil, seperti Toyota dan Volkswagen AG, juga mengumumkan rencana peluncuran mobil listrik dalam beberapa tahun mendatang. Namun, menurut mereka, butuh waktu satu dekade untuk sampai ke kinerja seperti mobil bermesin bensin sekarang ini.

Pasalnya, harga beterai lithiun-ion masih mahal, rentang penggunaannya terbatas dan waktu pengisian yang lama, terutama bila mengandalkan teknologi baterai sekarang ini.

Nissan belum bisa mematok harga Leaf. Hanya dijelaskan, jika harga baterai lithium-ion nantinya makin murah, dipastikan harga mobil ini bisa bersaing dengan mesin bensin.
Karena masih mahal, seperti yang dilakukan oleh Mitsubishi dengan iMiEV-nya dan Toyota dengan Prius plug-in, pada tahap awal, Nissan mempertimbangkan untuk menyewakannya kepada perusahaan atau departemen pemerintah di Jepang.

458 Italia, Supercar Terbaru dan Tercanggih dari Ferrari




MARANELLO, KOMPAS.com — Ferrari memperkenalkan supercar terbarunya, yang diberi label 458 Italia. Mobil ini nantinya akan menggantikan posisi F430. Dari aspek mesin, desain, aerodinamika, pengendalian, instrumentasi, dan ergonomis, 458 total baru. Lebih menarik lagi, teknologi mesin paling canggih dengan efisiensi kerja terbaik dari seluruh produk yang pernah dibuat oleh Ferrari.

Prestasi lain yang ditoreh Ferrari pada mobil ini adalah konsumsi bahan bakar yang lebih irit. Terakhir ini, tujuannya agar bisa mencapai standar CO2. Padahal, kapasitas dan tenaga yang dihasilkan mesin lebih besar dibandingkan dengan pendahulunya, F340.

Para pengamat menilai, 458 Italia merupakan lompatan besar Ferrari dalam bidang teknologi otomotif, terutama untuk mendapatkan performa dan standar emisi gas buang dalam sejarah perusahaan mobil kebanggaan Italia tersebut.

Sayap aeroelastis
Penampilan 458 Italia sangat berbeda dengan pendahulunya, dinilai lebih kompak dan praktis. Dimensinya: panjang 4.527 mm, lebar 1.937 mm, dan tinggi 1.213 mm. Jarak sumbu roda 2.650 mm.

Hidung mobil dilengkapi dengan sayap kecil aeroelastis yang menghasilkan downforce (daya cengkeram), ketika mobil dikebut habis. Bentuk sayap kecil ini akan berubah sesuai dengan kecepatan mobil. Pada kecepatan, aliran udara ke radiator dikurangi, sekaligus memperkecil hambatan angin. Dengan cara ini, daya cengkeram bisa dihasilkan sampai 140 kg pada kecepatan 200 km/jam.

Kemampuan mesin
Mesin V8 berkapasitas 4,5 liter mampu menghasilkan tenaga 570 PS (425 kW) dan torsi 540 Nm. Dengan tenaga dan torsi sebesar itu, 458 Italia bisa sprint 0–100 km/jam dalam waktu 3,4 detik. Tak kalah mengagumkan, Ferrari bisa sampai kecepatan top, 325 km/jam.

Mesin V8 ini merupakan produk pertama Ferrari yang menggunakan sistem injeksi langsung. Mesin ini dipasang di tengah-belakang. Ciri lain mesin, menggunakan piston kompresi tinggi. Gesekan pada jeroannya juga rendah. Inilah yang membuat mesin Ferrari terbaru ini irit, tetapi responsif dibandingkan F340.

Berdasarkan rilis Ferrari, perbandingan kompresi mesin mencapai 12,5 : 1. Mesin makin mantap kerjanya karena menggunakan poros engkol (kruk as) datar. Hasilnya, tenaga maksimal dihasilkan pada @9.000 rpm. Atau untuk setiap liter mesin menghasilkan 125 PS (94 kW). Sementara itu, torsi dihasilkan pada 6.000 rpm. Sebanyak 80 persen lebih dari torsi tersedia pada putaran 3.250 rpm.

Untuk memindahkan tenaga mesin ke roda, digunakan transmisi 7 kecepatan plus kopling ganda (dual-clutch). Transmisi ini sama dengan yang digunakan pada California.

Menurut Ferrari, kopling ganda dan injeksi langsung menurunkan emisi CO2 menjadi 320 g/km. Konsumsi bahan bakar, 13,7 liter/100 km (7,2 km/liter). Hal ini juga diperoleh berkat turunnya bobot menjadi 1.380 kg karena menggunakan sasis dari aluminium. Distribusi 42 di depan dan 58 di belakang.

Fitur lainnya adalah sistem kontrol traksi dan E-Differential dan F1-Trac. Dengan teknologi, gejala spin bisa dicegah, menjadikan Ferrari benar-benar mantap diajak berakselerasi. Untuk suspensi, depan pakai double wishbone dan belakang multi-link.

Kontrol di setir
Fitur inovatif dan dinilai sangat menarik adalah bentuk setir dan dasbor. Dalam hal ini, Ferrari memanfaatkan teknologi dan pengalamannya di F1. Hasilnya, sistem kontrol mobil bekerja dengan cepat dan presisi. Dijelaskan pula, keputusan Ferrari menggunakan sistem kontrol di setir berdasarkan masukan dari pebalap F1 mereka yang paling sukses, Michael Schumacher.

Dengan menggunakan ECU berkemampuan tinggi untuk mengontrol kerja ABS, jarak pengereman yang dihasilkan, 100–0 km/jam, 32,5 meter.

Dijelaskan pula, segmen konsumen 458 Italia berbeda dengan California. Bila California diciptakan bagi mereka yang menginginkan sportcar serbaguna, 458 Italia bagi mereka yang cuma sekali-kali ingin menguji kemampuannya di trek dan lebih sering sebagai mobil harian.

Kendati sudah diperkenalkan kepada media, 458 Italia akan ditampilkan pertama kali di depan publik di Frankfurt Auto Show September mendatang. Sementara itu, penjualan baru dilakukan awal pertengahan tahun depan.

Mobil Hibrida Vs Mobil Listrik dan Energi Alternatif



KOMPAS.com — Dalam usaha mengurangi pencemaran lingkungan atau pemanasan global, produsen mobil telah berhasil menciptakan mobil yang bisa menggunakan berbagai energi alternatif. Antara lain, hidrogen, bahan bakar gas (CNG) atau di Indonesia disebut BBG, elpiji, dan terakhir yang juga mulai populer adalah mobil listrik.Namun, di antara kendaraan tersebut, hibrida masih menjadi pilihan utama produsen. Hebatnya, hibrida bukan lagi konsep, tetapi sudah dipasarkan secara massal. Salah satu contohnya adalah Toyota Prius dan Honda Insight.

Problem
Sumber energi alternatif, seperti hidrogen, BBG, dan elpiji memang menarik. Masalahnya, untuk bahan bakar jenis tersebut diperlukan infrastruktur yang cukup mahal. Hal tersebut disebabkan sifat gas; harus dikompresi, yang menyebabkan tekanannya sangat tinggi. Akibatnya, diperlukan tangki yang berat dan juga penanganan yang khusus.

Di lain hal, mobil listrik memang sangat menarik. Problemnya, jarak tempuh untuk satu kali pengisian baterai sangat terbatas. Infrastruktur untuk mengisi ulang belum tersedia, terutama di tempat-tempat umum. Di samping itu, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai masih relatif cukup lama. Alhasil, solusi paling pas adalah hibrida.

Sumber penggerak
Berbeda dengan hibrida. Sumber penggeraknya dua, yaitu motor bakar (mesin konvensional) dan motor listrik. Kekurangan dari dua sumber penggerak hanya biaya atau harga yang lebih mahal dibandingkan dengan satu mesin saja. Di samping itu, teknologinya juga tambah rumit.

Sebaliknya, keuntungan mobil hibrida, konsumsi bahan bakarnya sangat irit. Nilai plus lainnya, ramah terhadap lingkungan. Pemilik mobil hibrida adalah orang yang ikut berpartisipasi mengurangi pemanasan global, yang sekarang ini kondisinya makin mencemaskan.

Pemilik mobil hibrida tidak akan menghadapi masalah seperti pada mobil listrik, hidrogen, BBG atau elpiji. Kondisinya sama saja dengan mobil yang digunakan sekarang ini karena menggunakan bahan bakar bensin atau diesel yang bisa diperoleh di hampir setiap SPBU.

Sumber penggerak utama mobil hibrida masih menggunakan mesin pembakaran dalam (internal combustion). Sumber energi adalah minyak (bensin atau solar). Kedua jenis bahan bakar tersebut mudah diperoleh.

Lantas, sebagai tenaga tambahan dan digunakan pada kondisi tertentu, digunakan motor listrik. Penggerak yang disebutkan terakhir memperoleh energi listrik dari baterai atau aki. Di lain hal, baterai memperoleh energi dari mesin, listrik dari rumah, dan hasil pemulihan saat rem digunakan.

Mengirit
Dalam kenyataannya, energi yang dihasilkan mesin tidak bisa digunakan semuanya untuk mengerakkan kendaraan. Sebagian energi terbuang begitu saja misalnya ke sistem pendingin, knalpot, komponen mesin, dan transmisi yang bergerak plus bergesekan.

Malah saat mobil direm, energi terbuang begitu saja. Komponen rem yang ada di roda malah jadi panas. Tepatnya, energi gerak dari mesin berubah menjadi energi panas. Nah, pada mobil hibrida masa kini, energi tersebut diambilkan lagi.

Saat mobil direm, energi kinetik diubah menjadi listrik. Caranya, pada as roda atau pada transmisi dipasangi generator. Listrik yang dihasilkan oleh generator, baik ketika mesin utama berputar, maupun saat mobil direm, diubah menjadi listrik. Selanjutnya, energi listrik tersebut disimpan di dalam baterai.

Motor listrik
Pada kondisi tertentu, bila mobil hendak tancap gas (akselerasi), mobil tidak lagi mengontrol mesin untuk menaikkan putaran. Komputer mobil akan mengontrol tenaga tambahan dari motor listrik yang memperoleh sumber energi dari baterai.

Bahkan, bila perlu, saat lalu lintas macet berat, dan jalan mobil merambat, cukup dengan memanfaatkan tenaga listrik. Mesin utama tidak perlu hidup. Kondisi tersebutlah yang membuat mobil hibrida jauh lebih irit.

Di lain hal, bila tenaga di baterai mulai berkurang, mesin utama akan berfungsi seperti mobil sekarang ini. Selain bisa digunakan untuk menempuh perjalanan jauh, tentu saja laju tersebut digunakan mengisi baterai. Malah mobil hibrida mutakhir—yang sudah menggunakan baterai lithium-ion—bisa diisi dengan cepat. Cukup dengan mencolokkan stekernya ke stop kontak rumah!

Hibrid baru 3 raksasa otomotif


Tiga pabrikan raksasa otomotif dunia General Motor, Daimler Chrysler, dan BMW mengumumkan jenis mobil hibrid terbaru yang selama ini dikembangkan bersama. Hibrid tersebut dinamakan "2 Mode Full Hybrid System". Ketiga pabrikan besar ini menargetkan akan memproduksi hibrid ini pada tahun 2007.
Yang baru dari sistem hibrid ini adalah penggabungan sistem 4 langkah transmisi dengan sistem konvensional 2 mode hibrid yang memiliki dua motor.

Sabtu, 08 Agustus 2009

Canggihnya Dunia Masa Depan

Tim Peliput : Farma Dinata - Joni Suryani
Narator : Farma Dinata
Editor : Bagus Andriansari
Tayang : Rabu, 30 Juli 2008, Pukul 12.30 WIB

indosiar.com, Jakarta - Awal Juli lalu berlangsung Indonesia Internasional Motor Show 2008. Berbagai teknologi canggih di dunia otomotif bisa kita saksikan. Wah pokoknya keren-keren mulai dari mobil yang bentuknya simple hingga super canggih, sampai mobil yang irit bahan bakar dan ramah lingkungan. Tapi yang paling menarik ada robot yang bisa diajak ngobrol.

Perkenalkan nih ini Asimo, robot humanoid yang dirancang untuk kemampuan seperti manusia. Kalau dibandingkan sama yang di film-film, Asimo memang kurang canggih. Tapi itu kan film, di dunia nyata inilah roboh humanuit sebenarnya yang pernah diciptakan manusia.

Sejak pertama kali dibikin para profesor Jepang pada tahun 2000, Asimo selalu dikembangkan supaya bisa lebih sempurna. Bisa makin luwes, kemampuan Asimo yang paling baru dapat berinteraksi dengan manusia.

Wah, canggih ya, dengan teknologi di gredit sirkuit car, asimo bisa mengenali wajah, suara bahkan membawa gerak tubuh manusia yang memungkinkannya berkomunikasi dua arah.

Asimo didatagkan jauh-jauh dari Jepang untuk ikut memeriahkan Indonesia Internasional Motor Show 2008. Pameran otomotif terbesar yang digelar di Jakarta Convention Center mulai tanggal 6 hingga 20 Juli lalu.

Biasanya acara begini juga menjadi ajang cuci mata para pengemar otomotif tanah air. Maklum selain banyak mobil keluaran terbaru, kita juga bisa lihat prototape teknologi otomotif yang mutahir.

Salah satu yang menarik perhatian juga adalah sebuah mobil prototape masa depan yang dikasih nama I-Real. I-Real yang baru diproduksi 8 unit di dunia itu merupakan mobil masa depan yang didesain untuk kapasitas satu orang.

Digerakkan pakai baterai, tenaga listriknya mampu memacu pada kecepatan 60 kilometer perjam. Uniknya, bagian body mobil ini full dibuat dari serat pohon kenaf yang hanya tumbuh di Indonesia yakni di daerah Malang dan Probolinggo.

Yang menarik dari ajang ini adalah mengemukanya isu teknologi ramah lingkungan dan hemat energi. Ya namanya harga BBM lagi tinggi, ya kan.

Misalnya yang ini, dengan teknologi Hybrid mesin mobil ini dijalankan dengan perpaduan BBM dan listrik. Konsumsi bahan bakarnya selain aman untuk lingkungan juga efisien. Soalnya bensin dipakai hanya dalam kondisi tertentu.

Konsumsi BBM nya konon satu liter bisa untuk menempuh jarak hingga 50 kilometer, wah irit banget. Kalau soal tenaga mobil ini bisa ngebut dari 0 kilometer perjam ke 60 kilometer perjam hanya dalam waktu 4 detik. Cuma masalahnya mobil jenis Hybrid di Indonesia masih mahal.

Selain jadi ajang cuci mata, Indonesia Internasional Motor Show 2008 yang berakhir tanggal 20 Juli itu juga jadi tempat sasaran mereka yang emang niat mobil. Karena sebagaimana pameran kaya gini, harga yang ditawarkan lebih murah dari harga pasaran. (Sup)

Mobil Canggih Gunakan Bahan Bakar Udara

PARIS - Peran minyak sebagai sumber bahan bakar utama bakal bisa digantikan. Pasalnya, dalam beberapa tahun lagi kita akan dapat merasakan kecanggihan sebuah terobosan baru dari dunia teknologi kendaraan yang bisa berjalan menggunakan tenaga udara.
Kendaraan canggih dengan kapasitas 5 tempat duduk akan segera di pasarkan. Pemasaran dari mobil ini sangat terbatas karena mengingat produksinya juga terbatas.

OneCAT, nama kendaraan tersebut sudah dirancang oleh ilmuan dan investor Prancis Guy Negre. Kendaraan tersebut berbodi kaca fiber dengan beratnya hanya 350 kilogram.

Namun harganya sangat terjangkau yaitu hanya 2.500 Euro atau Rp 33.715.000 (kurs Rp 13.486). Cara kerja bahan bakar udara dimana tekanan udara yang terdapat dalam tangki fiber karbon akan membentuk tenaga yang dapat menggerakan mesin pada mobil.

Untuk perjalanan yang jauh, compresor udara mengendalikan piston supaya dapat menghasilkan dorongan.
Negre mengatakan, karyanya ini dapat menempuh ribuan kilometer perjalanan atau sama seperti yang dilakukan oleh mobil-mobil lain. “Pembeli pertama adalah orang yang pasti mengenal atau pecinta lingkungan. Namun yang terpenting mobil ini akan lebih irit,” ujar investor dari Prancis, Guy Negre.

Negre berjanji untuk beberapa tahun ke depan akan lebih berusaha menciptakan penemuan-penemuan yang lebih hebat lagi. Untuk ciptaanya kali ini Negre bekerjasama dengan pengusaha besar India.

“Ini akan menjadi penghematan di atas pengeluaran yang total. Bayangkan kita akan dapat menyelamatkan seluruh komponen perjalanan dunia dan semua pengendara tranportasi,” tambah Negre.

VW Touran Jawara Penjualan VW di IIMS 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta:Selama gelaran Indonesia International Motor Show 2009, yang berlangsung 24 Juli - 2 Agustus lalu, varian terbaru Multi Purpose Vehicle (MPV) keluaran Volkswagen (VW), yaitu VW Touran, menunjukkan tajinya.Data PT Garuda Mataram Motor, Agen Tunggal Pemegang Merek VW di Indonesia menunjukkan, sepanjang hajatan pameran otomotif itu, mobil MPV tersebut membukukan penjualan terbesar diantara keluarga VW.

"Dari 17 unit merek Volkswagen tujuh unit diantaranya adalah VW Touran," ujar Mathilda Rinta, Koordinator Hubungan Masyarakat PT GMM di Jakarta, Jumat (07/08).

Di urutan kedua, penjualan keluarga VW terbesar di IIMS 2009, adalah varian hatchback, yaitu VW Polo yang terjual lima unit. Sementara varian Sport Utility Vehicle (SUV) di trah VW yaitu VW Tiguan terjual dua unit dan VW Caravelle terjual dua unit. Sedangkan VW Beetle mencatatkan penjualan satu unit.

VW Touran yang diluncurkan 28 Mei lalu dan dibanderol Rp 395 juta itu, dibekali mesin TSI 1,4 liter dengan transmisi DSG atau double clutch. MPV dengan tujuh tempat duduk itu juga dilengkapi supercharger dan turbocharger, serta sistem injeksi langsung. Kendati isi silndernya hanya 1.400 cc, namun mampu menghasilkan tenaga 140 PS pada 5.600 rpm, dengan torsi maksimum 220 Nm pada 1.500 rpm

Sejumlah fitur pun disematkan pada MPV ini, diantaranya cruise control, climatic AC system, electronic immobilizer, serta anti theft security system. Tak hanya itu, enam buah kantong udara pengaman (SRS Airbag), electronic stability programme (ESP), antilock braking system (ABS), electronic brake force distribution (EBD), hydraulic brake assist system (HBA), traction control system (TCS), dan tak ketinggalan electronic differential lock (EDL) juga menjadi kelengkapan fitur penunjang keselamatan dan kenyamanan mobil itu.

Ihwal target penjualan, mobil ini ditargetkan terjual 150 unit hingga akhir tahun ini. Sementara, sejak diluncurkan 28 Mei hingga Juli lalu, pemesanan mobil yang juga dijuluki sebagai 'mobil sport keluarga' itu, diklaim telah mencapai 60 unit.

ARIF ARIANTO

Audi Kembali Gelar Golf Audi Quattro Cup 2009


TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Garuda Mataram Motor (PT GMM), Agen Tunggal Pemegang Merek Audi di Indonesia, 15 Agustus mendatang menggelar Audi Quattro Cup - Indonesia 2009.Kejuaraan yang akan digelar di lapangan golf Damai Indah, Bumi Serpong Damai, iu merupakan kejuaraan golf amatir berskala internasional. "Audi Quattro Cup Indonesia 2009 ini merupakan turnamen yang diselenggarakan setiap tahun oleh Divisi Sport Marketing Audi AG. Di Indonesia, kejuaraan golf ini sudah diselenggarakan dua kali, yaitu pada 2002 dan 2008 lalu," tutur Imelda Muhidin, General Manager PT GMM, di Jakarta, Jumat (07/08).

Ihwal tujuan turnamen, Imelda mengaku, selain memberi kesempatan bagi Audi untuk berkiprah dan berprestasi di bidang olah raga, juga untuk meningkatkan dan membangun citra merek Audi. "Sebagai upaya untuk lebih meningkatkan brand value Audi di Indoesia, dengan menampilkan merek ini di lingkungan yang lebih ekslusif yaitu para pemain golf amatir di Indonesia," ujarnya.

Imelda menyebutkan, kejuaraan yang akan diikuti 144 pegolf dan akan bertanding dengan format pertandingan Greensome Stableford 36 itu,menyediakan hadiah hole in one berupa satu unit Audi A3 Sportsback. Sementara di hole 3 dan 14 disediakan hadiah satu unit Audi A6 2.0 TFSI.

"Dan dua orang pemenang dalam kejuaraan ini akan bertanding di ajang quattro Cup World Final di Sydney, Australia pada Desember mendatang. Kami berharap pemenang Audi Quattro Cup Indonesia 2009 bisa mengulang sukses menjadi juara di tingkat dunia seperti tahun lalu," papar Imelda.

Seperti diketahui, dalam kejuaraan ini satu tim terdiri dari dua orang. Pada 2008 lalu juara pertama Grup B diraih oleh pasangan David Purnama dan Evan Purnama. Keduanya, juga menjuarai Audi Quattro tingkat dunia pada tahun yang sama di Tennerife Island, Spanyol dengan meraih poin tertinggi yaitu 88.

Sementara itu, Andi Lubis dari Golf Digest Indonesia, salah seorang panitia di Audi Quattro Cup Indonesia 2009, menyebutkan dalam format Greensome, peserta bertanding berpasangan yaitu terdiri dari dua orang. "Pada setiap hole mereka akan melakukan tee off. Bola terbaik hasil tee off itu, akan dipilih untuk dimainkan. Pukulan selanjutnya akan dilakukan oleh pemain yang bolanya tidak terpilih," papar Andi.

Kemudian, kata Andi, permainan diteruskan dengan memukul secara bergantian sampai hole out. Handicap pasangan dihitung menggunakan sistem 36,yaitu ditentukan oleh permainan tim yang bersangkutan dalam satu putaran.

"Total poin yang diperoleh (dalam permainan satu putaran) itulah yang akan menjadi faktor pengurang dari 36, dari pengurangan itulah akan didapatkan handicap pasangan," jelas dia. Sedangkan stableford, lanjut Andi, adalah poin yang didapat dari hasil perbandingan antara gross score, handicap lapangan, dan handicap gabungan pasangan.ARIF ARIANTO

i-MiEV Dipasarkan Komersil April 2010


TEMPO Interaktif, Jakarta: Mitsubishi Motors Corporation menyingkap versi produksi i-MiEV *1 *2 generasi baru kendaraan listrik pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Tokyo, pekan silam. Mobil ini digambarkan sebagai "pelopor yang akan membuka pintu bagi masyarakat otomotif untuk satu abad mendatang.

Perusahaan, lembaga pemerintah, dan otoritas lokal Jepang akan mendapat kesempatan pertama memiliki i-MiEV akhir Juli 2009. Sebanyak 1.400 unit i-MiEV akan didistribusikan sepanjang tahun fiskal 2009. Mobil-mobil tersebut dibagikan ke perusahaan dan pemerintahan atas dasar sewa berikut perawatannya. Adapun penjualan komersial ke pasar ritel pada April 2010 dan mulai menerima pesanan Juli mendatang.

i-MiEV mewakili kristalisasi kurun waktu 40 tahun pengembangan mobil listrik di Mitsubishi Motors. Produksi i-MiEV dipaparkan sebagai mobil yang sangat ramah lingkungan.solusi terhadap sejumlah tantangan yang dihadapi industri otomotif saat ini seperti polusi lingkungan hidup, pemanasan global, dan ancaman habisnya suplai energi berbasis minyak.

Mitsubishi akan melanjutkan kerjasama yang luas dengan sektor swasta dan publik di Jepang dan luar negeri. Dalam pengembangan infrastruktur untuk mempromosikan kepemilikan mobil listrik.

Spesifikasi i-MiEV

Sistem Kemudi : 2WD (rear-wheel drive)
Dimensi : 3395mm x 1475mm x 1600mm
Wheel base : 2550 mm
Berat (kg) : 1100
Jumlah Penumpang : 4
Konsumsi Energi : 125Wh/km (10-15 mode pola mengemudi)
Daya jelajah : 160km (10-15 mode pola mengemudi)
Tipe Batere : Lithium-ion
Voltase rata-rata : 330V
Kapasitas rata-rata : 16 kWh
Tipe Motor : Sinkron magnet yang permanen
Model : Y4F1
Tenaga maksimal : 47kW (64PS) / 3000 - 6000 rpm
Torsi maksimal : 180 Nm (18.4 kgf-m) / 0 - 2000 rpm